Blog ini adalah catatan pelajar yang menyukai traveler

Monday, April 20, 2015

Alasan saya memilih kereta api,... Tut Tut Tut !!!

Saat kita menyebut sesuatu sebagai terbaik, tentu karena kita memiliki sesuatu untuk dibandingkan. Kita tak bisa menyebut A operator seluler terbaik jika belum pernah mencoba operator lain. Kita pun tak bisa menyebut kekasih kita adalah kekasih terbaik jika tak pernha mencoba pacaran dengan orang berbeda dalam satu waktu. buahahaha ngacooo
Saya pernah mencobanya, bepergian dari semarang - kendal - batang - pekalongan - pemalang - tegal - brebes - cirebon - majalengka - sumedang - jatinangor - bandung - padalarang - ciranjang - cianjur - puncak - cisarua - bogor. Jarak yang ditempuh sekitar 525 km dari semarang.

akan tetapi kalau  memilih KA Ekonomi sebagai moda transportasi jarak jauh itu lebih baik karena lebih aman dan lebih cepat. Setelah semua perjalanan singkat tersebut, saya mantap memilih KA Ekonomi sebagai moda transportasi jarak jauh terbaik. Berikut alasannya.

Selalu ada teman baru

Kesan pertama saya dia seorang yang cuek. Mengenakan headset putih dengan volume kencang -saya bahkan tahu dia memutar lagu Firehouse berjudul I Live My Life for You, topi merah dan jaket bertudung ala rapper-rapper di film gangster Amerika. Ternyata dia cukup baik, bahkan meminjami saya uang untuk membeli sepiring nasi goreng karena seluruh uang saya simpan di ransel besar, butuh waktu lama untuk mengambilnya. Entah kenapa meski di bus sebenarnya dapat mengobrol, tapi saya tak pernah seakrab dan senyaman mengobrol saat di KA Ekonomi.

Perjalanan menggunakan kereta membutuhkan waktu lama

Bagi yang belum terbiasa mungkin langsung terbayang betapa pegal punggungnya duduk selama 5 jam lebih di kursi dengan sudut 90 derajat. Saya merasakannya, tak hanya 5 jam, tapi 8 jam di kereta dari jakarta menuju Semarang, Lamanya perjalanan akan lebih baik jika dianggap bukan sesuatu yang membuat kita berkata,’saya bersumpah tak akan naik kendaraan ini lagi!’.
Memang pegal, namun ada banyak hal yang bisa dilakukan disini. Menyelesaikan bacaan “Life Traveler’ karya Windy Ariestanty, mengobrol santai dengan orang baru -saya bahkan masih menjalin komunikasi dengan orang-orang yang saya temui diperjalanan, sibuk memotret hal-hal unik di perkampungan yang dilalui selama perjalanan -karena itulah saya membawa lensa tele, atau juga saat pegal benar-benar tak tertahankan cobalah iseng berjalan keliling gerbong mengikuti petugas yang menjajakan sewa bantal. Bagi saya, selama 8 jam itu, KA Ekonomi adalah rumah saya.

Keterlambatan kereta tak separah pesawat

Memang terkadang KA mengalami keterlambatan jadwal, namun sepengalaman saya menggunakan jasa ini, sangat jarang saya mengalaminya. Satu kali saya mengalaminya, saat menuju Semarang dari Jakarta. Kereta terlambat 10 menit karena ada sedikit masalah teknis, selebihnya, selalu tepat waktu. Bandingkan saat saya harus delay 2 jam padahal saya dalam kondisi sangat buru-buru.

Bunyi derak roda kereta dengan rel

Banyak orang lebih memilih memakai headset karena bunyi bising itu, tapi saya menyukainya. Bunyi roda kereta saat bergesekan dengan rel, bunyi batu-batu, juga decit kereta saat mengerem, bagi saya sama menyenangkannya seperti saat mencium aroma tanah yang terkena air hujan.

0 komentar:

 

Blog Archive

Translate

BLOG INI DILINDUNGI DMCA