Saya pernah mencobanya, bepergian dari semarang - kendal - batang - pekalongan - pemalang - tegal - brebes - cirebon - majalengka - sumedang - jatinangor - bandung - padalarang - ciranjang - cianjur - puncak - cisarua - bogor. Jarak yang ditempuh sekitar 525 km dari semarang.
akan tetapi kalau memilih KA Ekonomi sebagai moda transportasi jarak jauh itu lebih baik karena lebih aman dan lebih cepat. Setelah semua perjalanan singkat tersebut, saya mantap memilih KA Ekonomi sebagai moda transportasi jarak jauh terbaik. Berikut alasannya.
Selalu ada teman baru
Kesan pertama saya dia seorang yang cuek. Mengenakan headset putih dengan volume kencang -saya bahkan tahu dia memutar lagu Firehouse berjudul I Live My Life for You, topi merah dan jaket bertudung ala rapper-rapper di film gangster Amerika. Ternyata dia cukup baik, bahkan meminjami saya uang untuk membeli sepiring nasi goreng karena seluruh uang saya simpan di ransel besar, butuh waktu lama untuk mengambilnya. Entah kenapa meski di bus sebenarnya dapat mengobrol, tapi saya tak pernah seakrab dan senyaman mengobrol saat di KA Ekonomi.Perjalanan menggunakan kereta membutuhkan waktu lama
Bagi yang belum terbiasa mungkin langsung terbayang betapa pegal punggungnya duduk selama 5 jam lebih di kursi dengan sudut 90 derajat. Saya merasakannya, tak hanya 5 jam, tapi 8 jam di kereta dari jakarta menuju Semarang, Lamanya perjalanan akan lebih baik jika dianggap bukan sesuatu yang membuat kita berkata,’saya bersumpah tak akan naik kendaraan ini lagi!’.Memang pegal, namun ada banyak hal yang bisa dilakukan disini. Menyelesaikan bacaan “Life Traveler’ karya Windy Ariestanty, mengobrol santai dengan orang baru -saya bahkan masih menjalin komunikasi dengan orang-orang yang saya temui diperjalanan, sibuk memotret hal-hal unik di perkampungan yang dilalui selama perjalanan -karena itulah saya membawa lensa tele, atau juga saat pegal benar-benar tak tertahankan cobalah iseng berjalan keliling gerbong mengikuti petugas yang menjajakan sewa bantal. Bagi saya, selama 8 jam itu, KA Ekonomi adalah rumah saya.



0 komentar:
Post a Comment