Blog ini adalah catatan pelajar yang menyukai traveler

Friday, April 10, 2015

Awal masuk Kuliah




Teman-teman kelas F

"Pandanglah hari ini, kemarin sudah jadi mimpi. Dan esok hanyalah sebuah visi. 
Tetapi, hari ini yang sungguh nyata, menjadikan kemarin sebagai mimpi kebahagiaan, dan setiap hari esok adalah visi harapan"


         Matahari mulai menampakkan dirinya, dan siap memberi harapan baru semua orang. Kamar kost dengan ukuran sempit dan berada di samping masjid agung agung jawa tengah atau yang lebih dikenal MAJT, di dekat masjid itulah kost saya, Pertama masuk saya sangat senang sekali, karena seperti mimpi aja,. Dan mimpi itu dimulai dari sini, saya masuk kelas Fisika kelompok kelas F di saat itu kemudian saya mulai berkenalan dengan teman-teman yang lainya, banyak sekali teman-teman yang saya kenal di kelas itu, sampai tak terasa waktu begitu cepat berlalu sudah hampir 5 bulan berlalu.
Dan itu berarti saya harus membayar angsuran uang kuliah disaat itu kampusku ada 3 angsuran dalam satu semester untuk tahun pertama, angsuran yang terakhir saya sudah tidak bias membayar lagi, disitu saya merasa putus asa mau mencari uang dari mana, padahal kalau tidak membayar angsuran tersebut berarti saya tidak boleh ikut ujian, waktu pun berlalu cepat sekali, saya kemudian mengirim pesan pendek ke dosen wali saya, dosen wali saya yaitu ibu Dr. Ngurah ayu NM.   
 
ini sms yang saya kirimkan ke bu Ayu kala itu,
 “assalamualaikum,.
Perkenalkan saya suriyanto, saya memutuskan tidak akan melanjutkan kuliah lagi bu, karena saya tidak bisa membayar angsuran terakhir untuk semester pertama ini bu,
Wassalamualaikum”

Selang beberapa menit saya mendapatkan balasan yang pada intinya beliau merekomendasikan saya ke kakak kelas yang bernama sigit, iya sigit nama lengkapnya sigit dwi saputro (sekarang menjadi dosen di Univ. Trunojoyo) kemudian saya pun disuruh menghubungi senior itu, dengan tujuan saya mendapat bantuan, “beeeuuuhh makhluk seperti apa dan kayak gimana itu sigit” ujarku dalam hati, boro-boro kenal, lihat aja belum pernah bro,. mungkin aja serem, galak dan atau lagi perawakanya serem?? Masih bertanya-tanya dalam hatiku.
 
Ini nih orangnya yang namanya sigit
hidup mahasisa eeeeeeh mahasiswa ding he he,..


Lanjuuutt, tapi sayapun tidak mempedulikan pertanyaan yang menggelayut di fikiranku, saya pun bergegas menemui sigit, dan saya memanggilnya mas sigit, karena senior sih he he,. Seketika itu saya ketemu dengan senior saya mas sigit, usut punya usut ternyata dia senat DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) dan pertanyaanku tadi langsung terjawab, yaitu orangnya ramah banget,. Saya melihat sosok yang baik hati didalam pandanganya, entah ini suatu kebetulan atau tidak, saya dipertemukan dengan orang-orang baik.
Disitulah awal mula saya mulai mengenal organisasi, dulu pas MA pernah sih jadi anggota OSIS tapi tidak begitu mendalami he he,.. biasa masih labil bro,. saya diajak ketemu pihak keuangan kampus dan disitu mas sigit negosiasi, sebenarnya dia negosiator handal tetapi pas waktu itu gagal, saya melihat kesungguhan dia menyampaikan aspirasiku ke pihak kampus agar saya bisa di bantu pengurangan jumlah angsuran, tapi lagi-lagi itu adalah aturan mau tidak mau harus ikut aturan, saya pun memahaminya, akhirnya saya diberi pengurangan, yaaaapppzz bukan pengurangan jumlah nominal, tapi pengurangan tenggat hari pembayaran selama seminggu sebelum jatuh tempo. Haduuuuuuhhh semakin pusing saja ini kepala, “dapat uang dari mana saya” gerutu dalam hatiku.

“saya tidak bisa membantu banyak sur” kata mas sigit,

saya menganggukkan kepala dan hanya bisa menatap paving blok hexagonal yang tertanam di pelataran kampus pinggir jalan Dr.Cipto,
“itu semua sudah lebih dari cukup tentang apa yang dilakukan mas sigit untuk saya” ucapku ke mas sigit,

Seketika mas sigit pamit dan meninggalkan saya, dengan wajah kecewa karena gagal dalam bernegosiasi dengan pihak keuangan kampus. Saya berjalan gontai dari gedung Pusat ke gedung utama, smbil berfikir bagaimana saya bisa membayar angsuran tersebut.

Keajaiban itu datang!!!!
Sahabat itu bernama Rokhim
Selang beberapa jam saya masuk ke kelas untuk mengikuti kuliah seperti biasa, berlagak sok tegar lah, he he,.. posisi cwok gitu lho

Akan tetapi ketika saya mengikuti mata kuliah kayak gak nyambung, karena badan saya di kelas, pikiran saya kebertamsya kemana-mana untuk mencari cara mendapatkan uang kuliah, “dan mungkin itu kuliah terakhir yang akan pernah saya ikuti”, tiba-tiba ada yang nyamperin saya, dia berpenampilan tinggi, dengan gaya rambut di bagi jadi dua, he he,.. katanya sih mirip syah rukhan baaaaaaaahhhh!!! Preeeeettt!! Hi hi,… lebih tepatnya kalau melihat gaya rambut yang mirip syahru khan yo ngono kui,lah he he,..

“bro, kenapa murung? Gara-gara cewek”? rokhim bertanya kepadaku dan saya diam sejenak dan berkata dalam hati “Boro-boro cewek, mikirin kuliah aja pontang panting setengah matek apalagi ditambah cewek, gak kebayang dehh”, kemudian saya pun menjawab “Tidak bro, mungkin ini kuliahku yang terakhir”
“lha emang kenapa? Gak punya duit? rokhim bertanya
Iya,.
“ya sudah, habis kuliah kita keluar kata rokhim
Kemana?
“ayo, pokoknya ada lah” kata rokhim
Habis kuliah selesai saya keluar bareng, saya diajak ke ATM disitu dia member pinjaman uang yang saya sendiri tak menyangka dari awal, saya tidak pernah begitu bahagia, riang, damai, tenang, terinspirasi dan sadar akan kemuliaan seorang sahabat. Menurutku sosok rokhim ini bersifat seperti TAIKO karangan Eiji Yosikawa, kecerdasan emosionalnya stabil, dia tahu mana yang bisa di prioritaskan dan mana yang tidak, saya sebenarnya tidak kenal dia secara akrab, karena dia masuk kelas fisika kira-kira detik-detik terakhir sebelum MID Semester, hmmmmm,… parah juga ya he he,. tapi dia mempunyai alasan kuat untuk itu, Tempat saya bercerita mengenai pahit, asam, manisnya hidup.

Gambar Kanan: Rokhim Kiri: Sohibi

         didalam perjalananku tidak hanya rokhim tapi ada juga pria cerdas yang bernama sohibi, nanti ada banyak ulasan mengenai dia Walau gimanapun dan apapun yang terjadi mereka adalah orang yang telah berjasa, mengisi,  dan membangunkanku dari keterpurukan. Dan aku yakin mereka akan sukses dengan apa yang mereka impikan. Hidup adalah perjalanan, perjalanan cerita yang gak akan tahu kemana, tetapi perjalanya mengikuti langkah kaki untuk melangkah. Perjalanan ini yang akan aku nikmati, resapi dan pada ujungnya mengetahui jati diri. Hidup adalah sebuah tantangan, maka hadapilah. Hidup adalah sebuah nyanyian, maka nyanyikanlah. Hidup adalah sebuah mimpi, maka sadarilah. Hidup adalah sebuah permainan, maka mainkanlah. Hidup adalah cinta, maka nikmatilah

0 komentar:

 

Blog Archive

Translate

BLOG INI DILINDUNGI DMCA