Blog ini adalah catatan pelajar yang menyukai traveler

Sunday, April 12, 2015

Mabok Laut 6 Jam



Pagi- pagi buta saya sudah siap mulai berangkat mulai berpetualang dari jepara menuju pelabuhan, eiiiiiittt harus sarapan dulu biar perut ke isi, dan bisa fit dalm perjalananya ke karimunjawa. Kami rombongan ada beberapa orang temanku dan someone he he,..
Sampailah ke dermaga jepara……


Kami membeli tiket yang kelas ekonomi, buahahaha anak kuliahan lah, tau sendiri makan aja harus ngirit apalagi tiket, yakinnnnnnnnnn pelittttt amat broooo ha ha,… berkedok mahasiswa sih makanya apa-apa harus dibuat ngirit, tapi itu gak berlaku dalam beberapa hal sih, oke saya lanjutin nih ceritanya,. Saya lupa berapa harga tiketnya tapi yang pasti itu kelas ekonomi lah, karena lama perjalanan sekitar 6 jam, dari pelabuhan di jepara sampai dermaga pintu karimunjawa, huuuuuuuhhhhft gak kebayang tuh kayak gimana nantinya di dalam kapal. Tapi ada enaknya kalau naik kapal ekonomi, karena banyak sekali barang-barang yang bisa dimasukin di dalam kapal, sampai excavator-pun masuk,.. ha ha,…..
gak kebayang kan besarnya kapal ekonomi…

Motor matic kesukaanku tuh yang ditumpangi cewek dengan helm putih. Motor saya pun mulai masuk ke dalam kapal, ada ayam, ada bebek, dan barang lainya seperti sayuran, beras pokoknya didalam kapal ada semuanya, sambil menenteng tas kulihat cewek itu sambil senyum, dia sambil nenteng handycame dan mengarahkan lensa ke saya, yang sedang menenteng tas dia sambil tertawa terkekeh karena mungkin melihat saya yang lucu, “beuuuuh padahal tasnya berat banget” gerutu dalam hatiku. ehhhhh malah dia senyum-senyum ngelihatku haduuuuhhh -_- dasar cinta cinta. Oh iya yang megang handycame tadi adalah cewek saya, ulpah namanya sukanya manyun sih tapi dia baik hati, kadang he he…
Alih-alih sok jagoan saya pun dengan pedenya menolak meminum obat anti mabok, sambil celingak-celinguk (tengok kanan tengok kiri) saya mencari tempat duduk yang sekiranya bisa melihat pemandangan bagus, ya pengenya sih di pinggir gitu, biar bisa melihat pemandangan tapi citra teman saya menyarankan untuk berada di tengah saja, ya saya nurut saja sih “hmmmmm padahal saya kan pengen lihat pemandangan” gerutu saya dalam hati, tapi ada benarnya juga kenapa teman saya menyarankan di tengah, karena kalau ditengah keadaanya lebih stabil dibandingkan di pinggir yang ketika ada ombak besar yang menghantam kapal ini maka goncangan akan terasa sekali. Saya duduk di deket cewek saya, selang 45 menit banyak orang sudah pada mngeluarkan suara “hooooooooooek” itu berarti mereka mabok laut, saya terkekeh ketawa ketiwi sama cewekku
“lihat tuh bapak-bapak baru 45 menit aja sudah tepar he he” candaku kepada ulpah
Ulpah tersenyum kepadaku dan bilang “sebentar lagi kamu”
“Ya semoga saja tidak” aku menjawab sekenanya
Waktu pun tersa lama, dan saya juga kena getahnya gara-gara tadi mengejek bapak yang mabok laut, dan saya pun merasakan mual yang begitu luar biasa, kepala berputar-putar seakan bumi menjadi bergoyang ria kayak ngelihat goyang inul, dan seakan ada sesuatu yang naik dari perutku,…
Aiiiiiiiiihhhh ternyata saya mau muntaaaah, saya langsung lari ditengah-tengah menerobos kerumunan orang yang pada tidur di lantai, saya tidak menghiraukan sama seakli orang yang tidur dilantai, kalu dikatan tidak sopan sih iya tapi mau gimana lagi, lebih baik saya cepat-cepat dari pada saya muntah dan kena mereka kan malah tidak sopan lagi he he,… karena sudah tidak bisa ditahan mau gimana lagi, he he..

Sampailah saya didepan toilet, eeeeeeeeeeeehhhh buju busyet, ternyata harus antree,.. alamakkkk kapal ini harus ada banyak toilet, biar semuanya kebagian, saking tidak kuat menahan barang yang ada di dalam perutku yang sudah mulai naik, ya kira-kira sudah hampir sampai ke tenggorokan, tapi saya masih bisa berbicara, saya lari lagi menuju resepsionis yang berada didalam kapal, karena jaraknya lumayan dekat, mungkin ini sudah di setting engineeringnya kali ya,. He he,..
“mbak ada plastik gak” tanyaku kepada mbak-mbak yang jadi resepsionis
“ada mas, berapa banyak?” jawab mbak-mbak
“Satu mbak”         
“Yang besar atau kecil mas”?
“Aduuuuuuuhhh ini mbak-mbak gak tau orang lagi kritis kali” gerutuku dalam hati
“Apa aja boleh dah mbak” saking jengkelnya saya
Dan saya dikasih plastik warna hitam, tanpa basa-basi saya menumpahkan ke dalam plastic “hoooooooek” emang jorok sih tapi mau gimana lagi, gak ada pilihan lain, disi lain WC masih penuh dengan antrian panjang bak antre beras, hoaaaaaaahh legaaaaaaaaaaa rasanya bisa mngeluarkanya he he,..
Saya pun kembli ke tempat duduk melewati bapak-bapak yang lalu lalang tidur di lantai, saya bilang:
“permisi pak, maaf tadi gak sopan pak” Dan bapak tadi tersenyum dan menjawab
“tidak apa-apa nang”
seakan-akan mereka mengerti betapa sakitnya mabok di laut. Saya pun akhirnya kembli duduk di deket ulpah, ehhh tidak taunya dia juga bernasib sama, tapi bedanya dia hanya pusing, karena dia tidak kuat dengan guncangan ombak maka saya pun menyuruhnya untuk tidur, sambil saya kerokin dengan minyak kayu putih di bawah kepalanya agar pusingnya sedikit terkurangin, saya melihat dia begitu manis.

Disisi lain rokhim, joko dan tofa ke atas dek kapal sambil berpoto-poto ria, kayak gak ada beban sama sekali mereka, soalnya mereka sudah minum antimo. Nah sedikit saran nih ya bagi kalian yang mau nge-trip ke karimunjawa, bawa antimo pokoknya he he,.

setelah terombang-ambing selama 6 jam saya masih merasakan mual, tuh lihat cowok yang pake jaket putih, mukanya kucel bangettt karena habis mabok laut wkwkwkwkekeke dan akhirnya terompet meraung-raung,.. beeeeeeuuuh kayak di tv pokoknya.. lebih tepatnya kayak di kapal titanic gitu,. Saya pun memutuskan untuk beranjak dari kursi dan menuju ke atas kapal

Mencoba mengabadikan pulau kecil itu, pulau itu Nampak mungil terlihat dari kejauhan diatas kapal yang saya tumpangin bak surga di tengah laut yang menyembul ke permukaan, itulah yang saya lihat.
Selamat datang karimunjawa…



0 komentar:

 

Blog Archive

Translate

BLOG INI DILINDUNGI DMCA