Blog ini adalah catatan pelajar yang menyukai traveler

Wednesday, April 8, 2015

Modal Nekat Ku memutuskan


Kisah Ini bermula ketidak sengajaanku menjadi asisten dosen, kalau dibilang nilai saya pas-pasan untuk melamar menjadi asisten dosen, hmmm, malah bisa dikatakan pas dibawah passing grade he he, betapa tidak, temen temen yang lain dengan IPK diatas 3,25 keatas, boro-boro IPK 3,25, IPK 3,00 aja saya tidak nyampe, tapi semua itu saya tepis dengan modal nekat.
Berawal dari dari perlombaan alat peraga fisika dan akhirnya saya dan teman-teman yang bisa dikatakan gila, iya gila akan kesintingan, kesintingan yang sangat unik dan menggelitik untuk diceritakan, nama team saya dan sahabat sahabat saya yaitu Kobiro, Kobiro sendiri memiliki nama panjang yaitu Koko (Saya sendiri) Ibie dan Rokhim, saya sangat senang sekali menemukan sahabat  seperti mereka, kenapa tidak, pernah saya putus asa dan tidak akan melanjutkan studi di universitas gara- gara masalah klasik yaitu keuangan, yaaaahhh :(
Nahsaya bingung nih ceritanya berawal dari mana, mau menceritakan letupan-letupan keajaiban yang pernah saya alami, ya sudah deh langsug saja cerita akan saya mulai ketika saya semester pertama, kuliah itu menurut saya kayak asem manis lemon tea, berangkat dari kampung nan jauh, mungkin pembaca sudah tau dan mungkin bahkan familiar ditelinga kalian, yaitu tepatnya di desa sokopuluhan tempat saya tinggal,. Yaaah tidak begitu jauh sih, paling 2,5 jam perjalanan jika menempuh memakai sepeda motor,
Eiiittt,. Tunggu dulu pada semester awal saya tidak pernah memakai motor, karena motor satu satunya yang saya punyai saya jual untuk membiayai awal kuliah, ya tidak seberapa tapi rasanya seneng banget, karena saya bisa kuliah, motor yang saya jual yaitu motor grand astrea pastinya kalian tau sendiri berapa harga seken motor astrea tersebut,
Awal masuk kuliah yaitu ospek, woooow ada pengalaman unik dan tak pernah saya lupakan sampai saat ini yaitu pas waktu itu saya, shincan, didik dan blodor bercakap cakap dengan seorang bapak- bapak, kemudian saya di sapa bapak itu, perawakanya selalu memakai peci, agak gemuk, berkacamata tapi tidak gemuk amat, “pagi dek sapa bapak yang berpeci itu ke saya dan teman teman saya” seraya saya pun membalas dengan senyuman dan menjawab juga, tanpa ragu saya Tanya ke bapak tersebut “ bapak bolehkah saya meminjam koranya?”  tentu, ini dek, dengan menyodorkan Koran kepada saya, terus deh saya ngomong panjang lebar ngalur ngidul, ya pas waktu itu saya berfikir ah bapak yang satu ini kok aneh ya, masa’ OB gayanya beda dengan yang lain, sudah memakai peci dan pegang Koran, eh tau- tau saya ditanya “adek mahasiswa baru ya? Saya pun menjawab iya pak, lha ada apa pak? Sekena saya menjawab,. bapak berpeci itu Tanya lagi “bukankah kalau ospek harus pakai bajuhitam putih ya dek, saya agak curiga dengan orang ini, dalam fikiran saya *ah OB masa’ mngurusi hal itu, makanya saya tidak menjawab, dan selang beberapa menit saya pamit dan mengembalikan Koran tersebut.
Dan pada saat itu ternyata bapak tadi yang saya kira OB itu ternyata salah satu dosen matematika dan beliau sekarang kabarnya jadi wakil rector buju busyeeet deh malunya saya,  tapi sekarang saya bersyukur dari pengalaman itu, yaitu jangan menilai orang dari covernya, berenampilan sederhana, tapi pas beliau pidato saat itu saya disinggung gara-gara tidak memakai hitam putih, karena baju yang saya pakai bermotif garis-garis. Ospek yang penuh kenangan yang menyenangkan,
Dihari kedua ospek saya menemukan sahabat saya yaitu moh sohibi, dia berpenampilan kayak professor, mempunyai tubuh pendek seperti saya kriting dan dia pinter banget, akhirnya saya cocok dengan gaya dia, di hari ketiga angkatan saya fisika 08 di bagi menjadi beberapa kelas, sekitar ada 40-45 mahasiswa, di situ kami seluruh mahasiswa di kasih tugas, yapzz tugas pertama yang disuruh adalah membuat karya ilmiah, mungkin itu tidak asing bagi saya, karena sejak SMA saya ikut KIR (Karya Ilmiah Remaja) yang member tugas itu kalau tidak salah namanya weni, tentunya mahasiswa senior he he cantik lho orangnya dan dosen pak wawan,
Keesokan harinya karya ilmiah tersebut dikumpulkan, dan ternyata saya di panggil maju, yang dipanggil itu 3 orang, dimulai sejak itulah saya suka menulis, tapi tidak bisa mengetik, karena tidak punya computer, *mengenang jaman dahulu he he,..
ceritanya bersambung guys,... masihhhhhh banyak lagiiiii dan tentunya lebih seru 

0 komentar:

 

Blog Archive

Translate

BLOG INI DILINDUNGI DMCA