Fisika, ilmu dasar yang di dalamnya terkandung filsafat kehidupan, salah satu diantaranya tentang cinta yang dapat kita analogkan dalam hukum Gravitasi Universal Newton yang dinyatakan sebagai
berikut :
berikut :
http://genggam-fisika.blogspot.com/
Besarnya gaya gravitasi (kekuatan cinta ) antara kedua massa m1 dan m2 (pasangan), berbanding terbalik dengang kuadrat jarak,dalam artian makin besar jaraknya maka gayanya makin kecil.
Nah, bagaimana dengan cinta bagi pasangan yang berjauhan ini, betulkah seperti itu?
Kedua orang yang saling mencintai m1 dan m2 terpisahkan oleh jarak. Apakah cinta diantara mereka makin lemah ? mugkin iya, mugkin tidak. Coba dilihat lagi, jangan dilupakan selain r ada parameter lain yaitu G, parameter ini yang akan menjawabnya. Parameter G ini umumnya bersifat konstan sesuai dengan materinya. Jadi, orang satu dengan orang lain akan berbeda nilai sehingga penyingkapan terhadap gaya yang ingin diberikan terhadap cinta bergantung individu yang bersangkutan. Hasil yang diperolehpun berbeda-beda, ada yang semakin jauh malah terputus atau menjadi lemah karena gaya (cinta)-nya tidak sebanding dengan faktor jarak yang memisahkan
"Jarak membuat banyak faktor permasalahan muncul, seperti kecemburuan dsb nya yang harus disikapi dengan hati-hati"
atau juga makin kuat, ehemmm, seperti saya dan pasangan. Bagi saya pribadi yang jauh dari pasangan, komunikasi memegang peran penting, karena intensitas pertemuan yang sangat jarang, maksimal 3 kali setahun, dan lebih parahnya kadang cuma sekali dalam setahun. Secara lahir kita telah tersambung by phone, tapi bagaimana dengan batin, maka kami berdua berpasrah dan bertawakal dengan saling mendoakan, Allah lah yang akan mengikatkan dan menjaga hati kami berdua.
Lalu, bagaimana dengan besarnya gaya gravitasi cintamu?
he he,...
salam fisika sob,..



0 komentar:
Post a Comment