Traveling is not so much about seeing new things, but to also learn how to be unselfish and be forgiving, to accept the fact that sometimes, or most of time, it is difficult to get all which we want.
Dengan bermodalkan tiket return 700ribu ke KL, dan 800rb untuk biaya bertahan selama di Malaysia, berangkat lah saya dari Jakarta pada tanggal 30 April malam langsung dari tempat saya bekerja.
Memakai baju kantoran dan membawa backpack 25LT seperti biasa, jalanan menuju Soekarno Hatta macet luar biasa. Untung saja saya sudah di Gambir dari jam 5 sore. Bus Damri pun penuh dan saya harus menunggu hampir 1 jam untuk bus berikutnya. Sesampainya di bandara, pesawat pun mengalami delay yang cukup lama.
Memakai baju kantoran dan membawa backpack 25LT seperti biasa, jalanan menuju Soekarno Hatta macet luar biasa. Untung saja saya sudah di Gambir dari jam 5 sore. Bus Damri pun penuh dan saya harus menunggu hampir 1 jam untuk bus berikutnya. Sesampainya di bandara, pesawat pun mengalami delay yang cukup lama.
Tiba di KL pukul 1.30 pagi, saya shalat sebentar dan charge hape secukupnya. Keluar imigrasi jam 2.30, lalu saya mandi jam 4 pagi dan siap2 sampai jam 5 , lalu bersiap2 untuk shalat shubuh. Jam 6.30 saya turun untuk memesan tiket bus ke Penang. Sayangnya, tiket debgan harga 56RM sudah habis dan baru ada jam 11.30. Saya kaget dan lupa kalau ini adalah hari libur nasional sedunia. Lalu saya memutuskan untuk beli bus ke terminal Puduraya dan mencari bus ke Butterworth atau Penang. Ternyata semua tiket bus sudah habis. Saya hampir panik dan mencoba untuk menanyakan tiket ke setiap konter tiket yang ada. Saya hampir hilang harapan karena saya harus tiba di Penang pada waktu tengah hari dan jadwal kereta dari KL Sentral sangat tidak memungkinkan.
Sampai pada tiket konter yang terakhir, harapan saya tumbuh kembali. Ada tiket dengan keberangkatan jam 11 siang dengan harga 50RM, seharusnya hanya 38RM (pada waktu itu masih jam 8.30 pagi). Tanpa pikir panjang saya langsung membeli tiket tersebut. Sebenarnya ada penyesalan didalam diri, dengan ketelodoran yang saya buat. Seharusnya saya sudah beli tiket online seperti yang biasa saya lakukan. Namun entah kenapa perjalanan ke Penang kali ini tanpa ada persiapan apa2.
Setelah menunggu 2 jam lebih, keliling mencari SIM karena saya harus menghubungi salah satu teman saya. Kesalahan kedua ialah tidak membeli sim di bandara karena berfikir akan ada sim yang lebih murah nanti. Tidak dapat menemukan SIM, saya akhirnya menunggu di bus stasiun dengan semua penumpang yang bersiap2 pulang kampung. Banyak penumpang yang telah menunggu dari semalam krn kehabisan tiket.
Bus berangkat pukul 11.30 dan perjalanan cukup lancar untuk 1 dan 2 jam pertama. Hingga 10 km selajutnya, jalanan mulai padat. Padat sepadat2nya seperti Jakarta kalau lagi pada mau mudik. Walaupun bus berhenti 2 kali, dengan cuaca yang begitu terik, perjalanan terus dilanjutkan. Saya pun terus berusaha untuk tertidur agar saya tidak terlalu bosan. Sampai jam 5.30 pun saya masih di daerah Ipoh, yang berjarak 150km dari Georgetown. Akhirnya, saya sampai di terminal bus pukul 9 malam.
10 jam saja teman2! 10 jam saya menghabiskan waktu dijalan dari KL ke Penang. Padahal waktu saya motor2an di Vietnam selama 8 jam non-stop, saya gak se stress ini. Sampai di terminal, saya masih harus menunggu bus sampai jam 11 malam hanya untuk menuju Georgetown. Gak kebayang gimana rasanya kalau saya jam 11 malam di terminal Blok M, Jakarta. Biasanya paling malam pun saya jam 10 di terminal Blok M, ini jam 11 masih menunggu bus di negara orang pula
Sesampainya di hostel yang saya book, ternyata mereka bilang hostel penuh dan saya tidak dapat kamar. Yang bener ajeeeee! Udah 10 jam dijalan, hampir 2 jam nunggu bus ke Georgetown, dan skrg gak dapet tempat buat tidur?
Alasannya karena saya hanya membayar booking fee, jadi saya tidak di prioritaskan. HELLOOOOOOO?! Trus apa gunanya booking fee kalau gitu? udah hampir mau saya ngamuk, tapi si sang penjaga hostel sangat ramah. Akhirnya saya luluh tak berdaya hahaha. Dia memindahkan saya ke hostel lain yang alhamdulillah jauh lebih baik karena saya dapat private room dengan AC dan segala fasilitas tapi dengan harga hostel yang saya sudah book, yang harganya lebih murah.
Selesai mandi jam 3 pagi, tidur nyenyak, pagi2 saya berangkat mencoba keliling Georgetown. It is fully occupied with local and international tourist which is soooo overwhelming to me. Saya suka merasa terhentak jika ada keramaian, apalagi dipenuhi dengan turis2. Walaupun saya juga sebenernya turis hehehe. Tapi yang membuat saya akhirnya mengalah dengan keadaan ialah cuaca Penang hari ini. Panas dan sangat lembab tidak seperti biasanya. Saya berjuang bgt menikmati jalanan mengingat saya berpenutup kepala. Gak karua2an bgt. Akhirnya setelah saya gak kuat lagi, saya memutuskan untuk kembali ke hostel. Heat stroke membuat saya pusing dan lemas.
Pelajaran berharga bgt, sometimes you just cant win over the situations you are facing with. Saya belajar untuk tidak memaksakan apa keinginan saya dan lebih mendengar apa yang saya butuhkan. Dan yang paling penting, gak lagi2 deh saya mau beli tiket pada tanggal yang HAMPIR SELURUH DUNIA juga tanggal libur.
"There is no way one could enjoy over crowded places and destinations on the world's international holiday. It is just one of those days, the days where you need to learn to accept the situation and be forgiving to yourself. Otherwise, you will have deep regret and keep blaming yourself for not having the trip as it is supposed to be".
Selamat menikmati liburan bagi teman2 bagi siapapun yang sedang traveling. Sesuai moto saya, keep calm and travel on! Perjalanan yang buruk bukan berarti buruk karena itulah alasan mengapa hal ini disebut "perjalanan". Karena disetiap sebuah proses perjalanan, akan selalu ada hal positif dan negatif. Selama kita mencoba untuk terus membuka diri dan memaafkan, perjalanan yang "buruk" tidak akan sepenuhnya menjadi buruk. If thing does not work out, always see the bigger picture.
Senin pagi saya akan kembali ke Jakarta dan langsung menuju kantor, seperti biasa. Minta doanya ya teman2 agar perjalanan pulang ke KL tidak macet segila kemarin.


0 komentar:
Post a Comment