Blog ini adalah catatan pelajar yang menyukai traveler

Friday, May 1, 2015

Mengulang Kebiasaan Hal yang Positif

Di kisahkan, di Tiongkok pada zaman dahulu kala, hidup seorang panglima perang yang sangat terkenal karena memiliki keahlian memanah tiada tandingannya. Suatu hari, sang panglima ingin memperlihatkan keahliannya memanah kepada rakyat banyak. Lalu diperintahkan kepada prajurit bawahannya agar menyiapkan papan sasaran serta 100 buah anak panah.
Setelah semua siap dan perangkat panah sudah disiapkan, sang panglima memasuki lapangan dengan percaya diri yang tinggi. Sesaat kemudian panglima mulai menarik busurnya dan melepaskan panah satu persatu anak panah itu ke arah sasaran. Shut… shut… shut… anak-anak panah tertancap tepat di sasarannya. Rakyatpun bersorak-sorai dan bersuit-suit menyaksikan kehebatan sang panglima memanah.
Sungguh luarbiasa 100 anak panah dilepas, semua tepat mengenai sasaran. Dengan wajah berseri-seri dan penuh kebanggaan, sang panglima berucap,”Rakyatku… lihatlah panglimamu. Saat ini, keahlian memanahku tidak ada tandingannya di seantero negeri ini.        Bagaimana pendapat kalian?” Semua rakyat berteriak memuji:”hebat…hebat…hebat…!
Namun disela teriakan memuji , tiba-tiba menyeruak seorang penjual minyak yang sudah tua. Ia menyeletuk keras,”Panglima memang hebat !, tetapi, kepandaian panglima itu hanyalah keahlian yang didapat dari kebiasaan kecil yang dilatih terus-menerus.!”
Sontak panglima dan penonton yang tadi meneriakkan puji-pujian memandang dengan tercengang ke arah orang tua penjual minyak. Mereka bertanya-tanya apa maksud perkataan orang tua tersebut. Penjual minyak tahu perkataannya barusan mendpat reaksi kurang bersahabat. “Tunggu sebentar…!”ujarnya, sambil tiba-tiba beranjak dari tempatnya, lalu ia mengambil uang koin yang memiliki lubang kecil ditengahnya. Koin itu diletakkan diatas mulut botol guci minyak yang kosong. Lalu dengan penuh keyakinan, ia ambil gayung berisi minyak dan menuangkan dari atas melalui lubang kecil di tengah koin tadi. Tak berapa lama botol gucipun terisi penuh. Hebatnya, tidak ada setetespun minyak yang mengenai permukaan koin tersebut ! Panglima perang dan rakyat penonton tercengang, lalu mendadak bersorak-sorai menyaksikan demonstrasi keahlian tersebut. Hebat… hebat… hebat… luar biasa!”teriak mereka.
Dengan penuh kerendahan hati, si orang tua penjual minyak itu membungkukkan badan memberi hormat kepada panglima, sambil mengucapkan kalimat bijaknya. “Kebiasaan yang diulang terus-menerus, akan melahirkan keahlian… “Sang panglimapun manggut-manggut dan membalas salam hormat dari si orang tua penjual minyak.
Dari cerita tadi, kita bisa mengambil hikmah yaitu, kebiasaan adalah kekuatan. Habit is power. Artinya, semakin sering kita melakukan sesuatu hal, maka penguasaan dan keterampilan kita atas sesuatu hal, maka penguasaan dan keterampilan kita atas hal tersebut pasti akan semakin bagus pula. Alhasil, sesuatu yang tidak biasa kita lakukan, sesuatu yang tampak begitu sulit, akhirnya menjadi mudah bahkan bisa berjalan secara otomatis. Orang lain yang tidak biasa akan menganggap keahlian yang diperoleh dari kebiasaan tersebut sebagai sesuatu yang istimewa.
Demikian pula dalam hal mengembangkan diri, kita membutuhkan karakter sukses. Karakter sukses hanya bisa terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan positif seperti berpikir positif, antusias, optimis, disiplin, menepati janji, tanggung jawab dan lain sebaginya, yang terus-menerus dipertahankandan dikembangkan dari waktu ke waktu secara bersikenambungan.
Mari kita pastikan untuk melatih, memelihara dan mengembangkan kebiasaan berpikir sukses dan bermental sukses, sehingga karakter sukses yang telah terbentuk akan membawa kita pada puncak kejayaan di setiap perjuangan hidup kita.

0 komentar:

 

Blog Archive

Translate

BLOG INI DILINDUNGI DMCA