Blog ini adalah catatan pelajar yang menyukai traveler

Thursday, May 21, 2015

Pertemuan di Stasiun Poncol



Mungkin terkesan aneh. Cinta, terhalang oleh jarak ratusan kilometer. Akankah semua cerita miris orang tentang Long Distance Relationship dapat aku patahkan? Be optimist!.

Kisah ini berawal saat seorang teman memasang poto profil di BBM, kmudian saya mencoba memberanikan diri untuk bertanaya kepada temenku yang memasang poto profil itu, iya nama dia isti, kemudian aku memulai chat dengan isti, is, siapa tuh cewek yang berkacamata? Isti pun langsung menjawab pertanyaanku “ooooh itu sudah punya cowok jo” hmmmm,.. ternyata, eeeh setelah saya pandangi lagi ada sesosok gadis kecil mungil manis yang dengan senyuman khasnya, jari-jari saya mengetik cepat BBM dan menayakan lagi, eeeh cewek yang berkerudung paling pojok itu sudah punya cowok belum is? Tanyaku ke isti, sekitar 10 menitan blasan BBM dari isti tak kunjung datang, baru beberapa menit kemudian BBM saya berbunyi “klunting” dan segera saya buka balasan dari isti, dan jawabanya: nah kalu yang itu dia jomblo jo,.. kemudian saya meminta no Pin BBM cewek tadi, setelah beberapa minggu berkenalan lewat BBM kita pun janjian ketemu di Stasiun poncol.

Dengan segala daya dan upaya, hari pertama harus menyenangkan, tapi ada rasa bimbang di hatiku, betapa tidak, ntar dia gendut, yaaaah pokoknya macem-macem dah fikiranku saat itu, tapi saya percaya ae wes. Badan ini pun terasa lelah ketika semalaman berada di dalam gerbong KAI ekonomi yang dingin, ketika itu saya mencoba melihat AC yang terpasang di atas tempat duduk saya menunjukkan angka 180 C, beeeeeeeeeuuuh dingiiiiiiinnn pooool, saya memutuskan untuk tidur semoga keesokan harinya sampai di poncol semarang. Di saat menjelang tidur, tiba-tiba temanku ada yang menanyakan, “Sampai kapan kamu mau hidup sendiri, Jo?” Aku pun terkesima dan menjawab, “Secepatnya..” Iya, hanya itu jawabanku. Masa lalu masih sangat menghantuiku, terlebih-lebih kegagalan menemukan cinta secara konstan, bahkan pada saat aku baru mau memulainya. Akhirnya aku memutuskan “mempromosikan” diriku di status BBM, Hahahaa.. Ide gokil yang belum pernah terpikir olehku selama ini. 

Apa yang aku dapat selanjutnya? Respons yang sangat luar biasa! Tengah malam itu, banyak sekali para perempuan single yang menanyakan hal tersebut padaku. “Jo, kamu beneran mau cari pasangan? Nanti aku kenalin deh sama temenku, dia baik orangnya.” Satu per satu respons datang menghampiri. Tapi dari semua cewek yang dikenalkan  itu belum ada yang cocok, tapi gak apalah toh itu bagian dari usaha. Setelah mendapat pin dari isti dia berkata “Selamat berkenalan, Jo. Keep her happy. I know you can!” kemudian Pertemanan kami pun dimulai dan pertemuan awal kami di stasiun Poncol dengan memberikan buku fisika dan brownis talas khas Bogor.

Bersambung…

1 komentar:

Erv chan said...

wah...kayaknya sebentar lagii nih.. -_-

 

Blog Archive

Translate

BLOG INI DILINDUNGI DMCA