Tidak seorang pun menginginkan jalinan cintanya yang sudah berumur lama kandas di tengah jalan. Namun terkadang banyak dari kita yang mau tak mau harus mengalaminya. Merasa tak lagi sejalan, kamu dan mantan pasangan pun memutuskan untuk mengakhiri hubungan yang sudah terjalin lama.
Memang rasa pahitlah yang akan kamu cecap. Namun sebenarnya di balik rasa sakit yang sekarang ini sedang kamu rasa, ada banyak pembelajaran yang akan kamu dapatkan.
Kamu akan belajar memasukkan ikhlas dan waktu dalam sebuah korelasi. Hatimu boleh patah saat ini. Cuma waktu yang bisa membuatnya siap kembali“Sebaik-baik patah hati adalah remuk yang membuat kita jadi orang yang lebih baik lagi.”
Kandasnya hubungan dengan dia yang memang sudah lama mengisi hatimu tentunya akan mengguratkan luka. Mimpi serta angan yang pernah kalian susun berdua pun juga jadi hancur berantakan. Hal ini tentu saja akan memperparah luka yang saat ini sedang kamu punya. Kamu merasa tak ingin lagi membuka diri untuk orang baru. Bahkan, kamu merasa lebih baik jika sendiri saja.
Sakit hati memang akan kamu rasakan, namun sakit yang sekarang ini sedang kamu hela akan berangsur sembuh dengan sendirinya. Ya, waktu merupakan senyawa utama yang bisa menyembuhkan luka yang sedang kamu rasa. Lama kelamaan kamu pun jadi lebih dewasa serta memahami bahwa waktu merupakan obat paling manjur yang bisa menyembuhkan luka hati.
Putus dari pasangan sama saja dengan kehilangan pegangan. Kamu akan belajar berjuang, tanpa banyak mengeluarkan keluhan
Disadari atau tidak sosokmu yang sekarang ini tak lagi seperti dulu. Jika dulu selalu ada pasangan yang bisa dijadikan pendampingan maka mulai sekarang kamu dituntut untuk bisa berdiri di atas kaki sendiri. Sesungguhnya ini merupakan penempaan terbaik yang bisa kamu terima. Lama kelamaan kamu akan menemukan sosok dirimu yang mandiri dan tak lagi bergantung dengan orang lain.
Bahkan, jika dulu selalu pasangan yang menjadi penentu kebahagiaanmu maka sekarang ini kamu bisa benar-benar bahagia karena dirimu sendiri.
Keadaan membuatmu belajar tersenyum di tengah berbagai todongan. Kamu memang sendirian, tapi bukan berarti tak bisa punya masa depan
Tak sekedar menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri, sekarang ini pun kamu sedang dipaksa untuk gagah berani menatap masa depan. Banyak pertanyaan ingin tahu dari orang sekitaran mengenai hubungan percintaanmu merupakan tempaan. Tak perlu menghindar, justru menghadapi mereka merupakan cara tercepat untuk bisa pulih dari luka. Ya, tanpa disadari pertanyaan dari mereka membuatmu lebih memahami bahwa yang saat ini sedang kamu hadapi merupakan kenyataan. Pedih memang, namun justru dengan cara itu kamu akan makin terbiasa sehingga lukamu bisa pulih dengan sendirinya.
Sesaat setelah putus kamu akan merasa tak layak dicintai. Tapi setelah sembuh nanti kamu justru lebih bisa menyayangi diri sendiri
Setelah memutus jalinan antara dirimu dan pasangan, sesaat kamu akan merasa bahwa kamu tak layak untuk dicintai. Rasa kurang percaya diri dan menutup diri pun turut singgah sementara. Hal inilah yang kemudian membuatmu merasa tak layak lagi merasakan cinta. Namun sebenarnya justru kesendirian yang sedang kamu alami ini yang akan menuntunmu untuk kembali menemukan cara mencintai diri sendiri lagi.
Sempat meragukan kemampuanmu untuk mencintai orang baru memang akan kamu alami. Namun, setelah bertemu dengan dia yang lebih tepat, barulah kamu mengerti mengapa kisah cintamu yang kemarin harus diakhiri.
Selain sakit hati, sedikit banyak kamu juga akan mengalami trauma untuk kembali merajut hubungan dengan orang lain. Takut disakiti dan merasa tak percaya untuk menitipkan hati merupakan sikap yang wajar saja tiba-tiba kamu punya. Percayalah, di depan sana orang yang tepat untukmu sedang menunggu. Dan ketika nanti pada akhirnya kamu bertemu dengan dia, kamu baru akan memahami kenapa kisah cintamu yang kemarin memang harus kandas di tengah jalan.
Apabila sekarang kamu sedang mengalami patah hati karena jalinan percintaan yang kandas, percayalah di depan sana rancangan Tuhan yang lebih indah sedang menunggu untuk dituntaskan.


0 komentar:
Post a Comment