Di sebuah waktu luang seharian itu sahabat saya mengajak nonton konser, iya konser sheila on 7 di simpang lima semarang, karena dia ngefans poll dengan grup band yang satu ini, sebenernya sih saya tidak terlalu suka dengan sheila on 7, tapi karena dia muter mp3 di kamar kost dan lagu yang diputer itu itu tiap hari ya akhirnya saya pun mau tak mau ikut menyukainya, dan aku-pun mengiyakan untuk menonton konser tersebut.
Kami pun bergegas menuju sepeda onthel BMX yang di pinjamkan ibuk kost kepadaku, kami berboncengan dari daerah medoho deket masjid agung jawa tengah ke simpang lima, kira-kira kalu gak salah pas waktu itu kita semester 4, asyiknya bersepeda sore-sore di semarang kala itu, dan ketika sampainya di simpang lima saya kesulitan mencari parkir untuk sepeda, huftt,. Sial bener, tapi akhirnya dengan pede-nya saya menitipkan sepeda saya di penitipan sepeda motor, dan bahkan menurut saya BMX tersebut sudah bisa sejajar dengan motor-motor itu.
Sesampainya di simpang lima kami pun merapat di tengah kerumunan orang yang memadati konser itu, dan ibie bahkan hafal semua lirik yang dibawakan duta vokalis sheila on 7 ketika konser berlangsung. Tetapi tenggorokan dia seperti masih tetap sepeti sedia kala suara sahabat saya yang begitulah sama ketika menyayi di kamar mandi alias fals he he. Seluruh penonton hafal hingga titik koma lagu sheila on7. Tapi jarang sekali sheila on7 ini terpancing mengacungkan mikrofonnyake arah penonton dan meminta untuk menirukan nyanyiannya. Di tengah lautan pemuja, sheila on7 ini tidak sekalipun tergoda berimprovisasi macam-macam cuma karena dorongan untuk bergaya.
Ada jenis penyanyi yang begitu mendengar tepuk tangan langsung lenyap kesadarannya lalu bergaya terlalu dini. Baru masuk intro sudah melenggak-lenggokkan lagunya sedemikian rupa. Penonton pasti tidak butuh ini. Penonton butuh lagu yang secara persis telah ada di benak mereka, dan duta vokalis sheila on 7 mengerti hukum ini.
Di tengah histeria pemuja, sheila on 7 tampil lurus, patuh, tertip dan sederhana. Ini sungguh setara dengan orang kaya raya tetapi tetap hidup bersahaja. Sungguh tirakat batin yang berat, dan hanya para juara yang sanggup melakukannya. Disitulah saya mulai ngefans dengan sheila on 7 karena dari dulu saya menyukai Guns N Roses. Wuaaa… urakan sekali AXL Roses itu.


0 komentar:
Post a Comment